Pongte Tengah Kucak (Temen Semasa Kecil)



Pong tengah kucak bisa diterjemahkan kedalam bahasa indonesia secara bebas adalah : teman selagi kecil atau teman di waktu kecil, memang siapapun orangnya tidak bisa memungkiri  bahwa masa-masa kecil pasti pernah merasakannya. Kalau kita berbicara masalah masa yang lalu, kalau berbicara masalah keadaan dan situasi serta kondisi tentu pasti lain lagi ceritanya, sekarang saya tanya dulu sama pembaca majalah lentayon yang setia dimanapun anda berada apapun propesi anda, mau nggak membaca cerita ini kalau mau katakan mau tapi cukup dalam hati saja sebab kalau kita berteriak-teriak nanti dikira kita tim sukses salah satu capres dan cawapres yang akan bertarung memperebutkan kursi RI 1, kalau tidakpun katakan terus terang bahwa anda tidak keberatan membacanya, begini ceritanya pembaca :
Teman selagi kecil ini sebenarnya bisa dijadikan sebuah teka-teki, bahasa gayonya : Itik itiken hal ini pernah penulis alami dimasa kanak-kanak dulu, kebetulan ada teman penulis tidak bisa berbahasa gayo beliau selalu bergabung dengan teman-teman yang lain sama-sama mengaji disuatu tempat tuan guru, sudah merupakan kebiasaan di zaman kami kanak-kanak dulu, tidur sama-sama di rumah tuan guru, menjelang tidur kami bercerita mulai dari kejadian-kejadian pada waktu siangnya, selesai itu kami lanjutkan dengan cerita dongeng (kekeberen bahasa gayo) setelah itu baru kami main teka-teki (itik itiken) lalu salah seorang kami bertanya kepada penulis yang pertanyaanya adalah : Itik hana ken bahasa indonesia e ?  spontan saya menjawab : Itik bahasa indonesia e bebek lalu teman kami tadi pun bertanya kepada teman yang tidak bisa berbahasa gayo : Kawan ! ayok kita main bebek-bebekan katanya teman kami yang tidak bisa berbahasa gayo merasa bigung setengah matang, teman yang lain tidak tega membiarkan teman kami tadi dalam kebingungannya, diapun menimpali bahwa maksud kawan kita itu mengajak bermain teka-teki, teman kami pun menjawab dengan gembiranya bahwa dia bersedia main teka-teki hitung-hitung menambah pengalaman, lalu mulai lah teman kami tadi mengajukan teka-tekinya : Selagi kecil jadi teman akrab, setelah besar jadi musuh yang menyengsarakan, apakah jawabnya ?  teman kami yang tidak bisa berbahasa  gayo dengan tangkas menjawab :  Itu teka-teki yang gampang,  jawabannya : api dan air. Oh itu jawaban yang salah kata teman kami  tadi, jawaban yang tepat adalah seperti kita-kita ini selagi kecil sama-sama pergi mandi, sama-sama pergi sekolah, sama-sama pergi mengaji,  setelah dewasa ada yang lupa dengan kejadian dan peristiwa ini karena barangkali diantara kita ada yang berbeda posisi ada yang menjadi penyanyi, ada jadi komandan pasukan, ada yang jadi sekarang ini karena ada yang tinggi karena di urut-urut ada yang besar karena sering di elus-elus selanjutnya titik-titik terserah bagaimana pembaca menilainya.
Teman kami yang main teka-teki tadi selalu mencampur adukkan antara bahasa gayo dengan bahasa indonesia dengan jenakanya dia sering bertanya kepada teman kami yang tidak bisa berbahasa gayo tadi : kawan kamu suka nggak makan ayam bertepuk katanya, padahal maksudnya adalah : kurik surak (ayam keribo) itulah masa-masa berteman diwaktu kecil dulu ada yang suka ada yang duka ada yang sedih ada yang gembira, yang membedakannya barangkali nasiplah yang berbicara pada hakekatnya kita tetap sama apalagi dimata Allah SWT, hindari merasa lebih dari saudara-saudara kita yang lain, supaya kita bisa hidup berdampingan membangun Gayo Lues yang dijuluki Negeri Seribu Bukit jangan sampai menjadi Negeri Seribu Permasalahan karena kita saling menyalahkan padahal bukan itu yang sebenarnya.
Deba ara kul e kerna i bebebuk naru e kerna i rerurut, meh tu kul e dabuh besempelu, ike tengah kucak urum –urum galak bedediang, tengah sedang-sedang gure-gure urum pong e, ike nge kul perasan e gere tumung dokop  ike nge opop baru kul kesah e, kenak e bier tengah kucak atau nge kul dalih kite angap tungul saudere bewen te, ike nguk bier lungi bier pait urum-urum kite pangan kite urumen saudere te bewen e. Ini kite urumen saudere te opat perkara we diantara e :
Pertama     : Cucuk jarum (Memilih)
Kedue       : Potong royong
Ketige       : Jege malam
Keopat      : Memanggul lusung
Kelima       : Untuk tetinyalan
Ike ara cerak si lepas aih deras buh penanut e, ike ara cerak si terlanjur tanoh gemur ken penyebu e, cangkul cap beye buh ken penyatok e. (Aman Leme)

Komentar